Senin, 19 Oktober 2009

Baterai Laptop : Umur Pendek

Kalau kita melihat Internet, maka banyak pro dan kontra cara untuk membuat baterai laptop agar awet. Disini penulis mencoba menyimpulkan, ada dua pendapat : yaitu sebaiknya Baterai laptop dilepas dan langsung di colokkan di listrik. Sehingga baterai jangan sering digunakan dan tentu saja awet. Sedangkan pendapat kedua : mengatakan sebaiknya baterai di pasang terus menerus agar baterai berfungsi dengan baik kalau sering di pakai. dari dasar tersebut penulis akan menganalisa kedua pendapat tersebut :

1. Pendapat pertama, beranggapan , kalau jarang dipakai maka baterai jadi awet. Pendapat ini ada benar dan tidaknya. Benarnya, kalau tindakan kita seperti ini: baterai di Charge sampai penuh, lalu di lepas dan di pakai pada saat di butuhkan saja. dan dipakai sampai habis lalu di charge ulang lagi sampai penuh. Tindakan ini akan memberi efek baterai jadi awet. karena pengisian baterai yang begini yang disarankan oleh Pabrik : Jangan Menge-Charge kalau baterai belum habis. karena kalau kita mengisi baterai, sebelum baterai habis betul. baterai akan mengalami :missing Memory. Tetapi sebenarnya efek ini hanya berlaku pada jenis baterai yang terbuat dari NiMh , dan banyak sekarang baterai sudah terbuat dari Lithium Ion, jadi tidak ada masalah kalau diisi berulang terus menerus tanpa menunggu baterai Kosong. Tetapi harus ingat, bahwa jenis baterai lithium Ion umurnya ditentukan oleh berapa kali kita melakukan pengisian ulang. Misalnya, umurnya : 1000x pengisian ulang. jadi kalau sering ngecharge baterai, yah sama saja. umurnya jadi pendek. Makanya saran ini benar jika tindakan kita seperti diatas. Logikanya: kalau kita jarang Charge baterai baik lithium ion ataupun NiMH maka baterai awet. Tetapi sebenarnya tindakan kita seperti diatas, yaitu melepas baterai dan langsung menempelkan ke Listrik PLN adalah tindakan yang sangat berbahaya, karena laptop kita langsuna hubungkan dunia Listrik yang tidak stabil . Apalagi kalau PLN sering mati mendadak. Efek paling ringan : Operating System error, efek Middle : Hardisk rusak atau jadi bad sector, Beratnya : mainboard Rusak, Kapasitorny meledak .

2. Pendapat Kedua. kalau Baterai di tempelkan terus menerus dan sering dipakai maka baterainya juga awet. Logika ini seperti Printer inkJet, kalau printer jarang digunakan maka tinta nya kering dan rusak Catridgenya. Disamping itu, Kalau baterai di charge dan dipakai maka kita bisa melindungi kerusakan laptop apalagi kalau PLN sering mati . Disamping itu Baterai kalau jarang digunakan, bisa berakibat Rusak sendiri alias terjadi pengendapan Kimia . Hl ini sering banyak terjadi pada beberapa jenis baterai tertentu. Nah Kelemahannya : seperti yang penulis sebutkan diatas, Baterai kan umurnya ditentukan oleh berapa kali kita charge baterai , jadi makin sering kita charge atau digunakan maka semakin pendek usia baterai.

Dari kedua permasalahan diatas, apa yang harus dilakukan? semua pendapat ada benar dan kelemahannya. maka penulis menyarankan beberapa solusi :

1. Kalau di rumah : baterai lepas dulu ( atau di charge dulu sampai Penuh) lalu lepaskan dan fungsi baterai di gantikan oleh UPS < yang harganya relatif tidak mahal, harganya berkisar antara 300 rban) bandingkan harga baterai laptop berkisar antara 800 ribuan sampai 4 , 5 Jutaan). disamping itu UPS mempunyai fungsi yang lebih banyak, selain sebagai pengganti fungsi Baterai Laptop ( yang akan di bahas pada tulisan berikutnya)

2. Baterai hanya digunakan pada saat keluar dari rumah ( Mobile) saja. Tetapi jangan sekali-kali tidak digunakan sama sekali, karena Baterai yang penuh atau sebagian terisi, jika didiamkan berhari-hari akan rusak juga.

0 komentar: