Selasa, 17 November 2009

Kita sendiri Yang mengerti Tentang kesehatan Kita

Penulis pertama kali bingung untuk menemukan tema yang tepat untuk membahas tentang kesehatan yang ada pada diri kita sendiri. Mungkin Sub judul diatas menyalahi aturan kaidah Bahasa Indonesia yang baik. Terlebi-lebih bila untuk penulisan ilmiah, sub judul tersebut pasti di koreksi habis-habisan oleh dosen penguji . Namun jangan terlau jauh untuk memikirkan dan membahas benar salahnya sub judul dari segi kaidah dan aturan, yang penting disini penulis hendak menyampaikan bahwa yang memahami tubuh dan kesehatan pada diri sendii adalah diri kita. Hal yang mendorong penulis untuk menuliskan blog disini, karena ada beberapa alasan pada umumnya:
1. Ekonomi yang mendorong kita tidak mungkin menggunakan dokter pribadi, seperti di
film-film sinetron
2. Keterbatasan Dokter, sehingga bila ingin periksa harus antri dahulu atau praktek
dokter yang tidak pasti Waktunya ( Pada umumnya dokter praktek sore hari dan di
rumah sakit siang hari). Sehingga kita kadang-kadang ambil jalan pintas asal dokter.
Hal ini pernah penulis alami, Pada waktu penulis sakit dan karena tidak tahan menahan sakit, penulis terpaksa menuju Rumah sakit di bagian UGD dan diberikan obat penghilang rasa sakit. bukannya sembuh, tetapi Tensi penulis menjadi 200. Penulis rasanya seperti melayang. akibat lebih jauh penulis harus ditangani oleh dokter ahli syaraf.
Dokter yang memberikan obat pada penulis memang tidak bisa disalahkan karena kondisi penulis mengalami sakit yang luar bisa, sehingga dokter yang belum pernah menangani penulis mengambil tindakan cepat: Menghilangkan rasa sakit pada penulis.

Bagaimana harus Bersikap pada waktu Sakit

Pertama
, adalah menganalisa sakit kita sendiri, Apakah penyakit itu akibat dari luar atau dari dalam diri kita sendiri. Misalnya, Pada waktu musim Pancaroba atau peralihan musim banyak terjadi penyakit Flu, Demam, Batuk dan pilek berarti analisa kita adalah penyakit tersebut kemungkinan tertular dari luar tubuh kita. namun bila tiba-tiba kita mengalami sakit perut yang luar biasa padahal kita tidak makan apapun. hal ini patut dicurigai bahwa penyakit tersebut pasti dari Organ tubuh kita atau kemungkinan ada riwayat sebelumnya. Contohnya, Sakit perut yang tiba-tiba terjadi jangan ambil kesimpulan bahwa penyebab sakit perut disebabkan oleh Maag (terlambat makan dsb), bisa disebabkan oleh organ lain yang menyebabkan sakit perut tersebut terjadi. Contoh yang sederhana, Penulis pernah mengalami, tiba-tiba mengalami sakit perut yang luar biasa, Analisa dokter kemungkinan terjadi infeksi pada Usus besar, sehingga diambil tindakan menganalisa Usus besar dengan memasukkan cairan pada perut penulis dan ternyata memang tidak terjadi apa-apa pada usus besar itu sendiri. Penyakit yang dialami penulis baru ditemukan sekitar 2 bulan setelah penulis berulangkali mengalami sakit perut yang berulang. Ternyata penyebabnya : Batu Ginjal. Bingung juga kan? Saluran kencing bisa menyasar ke perut, dan anehnya Kencing penulis normal-normal saja. Lalu bagaimana kita bersikap ? Penulis menyarankan :

1. Jangan putus asa untuk menemukan penyakit yang ada pada diri kita
2. Catat semua obat yang pernah diberikan dokter kepada kita dan fungsinya masing-masing. Karena pada banyak kasus, setiap dokter memberikan obat yang berbeda untuk kasus yang sama; Misalnya pada kasus Mual pada pasien, dokter A memberikan perinperan sedangkan dokter B memberikan obat Vomitas FDT . Kalau perlu cari di Web (Google) isi kandungan obatnya dan efek sampingnya. Kalau obat yang diberikan hanya bersifat analgetik(penghilang rasa sakit) untuk jenis obat yang berbeda tidak mempunyai efek samping, namun bila yang diberikan jenis antibiotika yang variannya sampai ratusan ribu, maka akan berakibat fatal pada anda, minimal kebal pada antibiotika .
3. Analisa penyakit yang timbul dari efek penyakit pokok, Contohnya : pada penyakit Batu Ginjal akan berefek pada Sakit perut,mual, Tekanan darah naik disamping sakit yang pokok pada saluran kencing dan infeksi
Misalnya : Pada kasus Batu Ginjal diatas, akan diberikan obat sebagai berikut:

1. Penurun tekanan Darah Tinggi : NorVask 10 mg, atau varian lainnya
2. Meghilangkan Mual : Vomitas FDT
3. Antibiotika : Cravit ( kandungannya:Levofloxacin)
4 Obat lambung /sakit perut : Guarposid yang didalamnya isi utamanyaCisapride 5 mg sehingga labelnya Guarposide Cisapride 5 mg atau pernah diberikan Rantidine


Kesemua jenis obat tersebut sebaiknya di catat dan mengetahui fungsinya masing2, sehingga bila mengalami hal yang sama bisa anda sampaikan kepada dokter yang menangani anda. Terutama Varian inti dari antibiotika, karena bisa namanya berbeda. Contoh diatas antibiotika sebenarnya adalah LevoFloxacin, sedangkan Crafit adalah nama Produknya atau Merknya. Analisa juga apakah antibioitka tersebut cocok untuk penyakitnya. Contohnya, anda mengalami radang tenggorokan, maka diberikan jenis antibiotika jenis diatas, yang benar adalah varian dari erithromysin.


Obat Cisapride yang diberikan oleh Dokter spesialis penyakit dalam , ternyata sudah ditarik dari pasaran. Tidak semua dokter paham dan mengerti tentang penarikan obat jenis ini. Pasien diberikan obat Cisapride pada bulan November 2009, namun sudah ditarik oleh Badan POM pada tanggal 3 Juli 2009s/d 14 Juli 2009 . Simak web yang penulis salin dari :http://pusdiknakes.or.id/persinew/?show=detailnews&kode=45&tbl=cakrawala, sebagai berikut :

Akhirnya, Ditjen POM Tarik Cisapride
Jumat, 30 Jun 2000 20:06:04


Pdpersi, Jakarta - Akhirnya, Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan (Ditjen POM), Drs Sampurno MBA, mulai 3 Juli 2000 menghentikan sementara izin peredaran copy produk Cisapride yang ada di Indonesia. Dirjen POM juga memberi batas waktu kepada produsen obat ini sampai 14 Juli 2000, untuk menariknya dari peredaran, kendati di Indonesia belum dilaporkan adanya korban dari efek samping Cisapride.

“Saya sudah kontak dengan beberapa anggota Komite Nasional Penilai Obat Jadi (KNPOJ), dan sampai pada keputusan untuk men-suspend Cisapride mulai 3 Juli. Lalu kita beri waktu produsen obat sampai 14 Juli menarik produknya agar tidak ada lagi di pasaran,” tegas Dirjen POM, Sampurno seusai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Dirjen Pelayanan Medik, Dirjen POM, dan Deputi Bidang Produksi kantor Meneg Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah, Jum’at (30/6), di Jakarta. SKB tersebut mengenai pengeluaran Pedoman Pemberdayaan Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah berkaitan dengan usaha produksi sediaan farmasi, makanan, alat kesehatan dan jasa pelayanan kesehatan.

Meski hingga kini belum satu negara pun, termasuk Australia, Canada, seluruh Eropa dan Amerika yang menarik Cisapride dari peredarannya, Dirjen POM tetap memutuskan pembekuan izin peredaran Cisapride di Indonesia untuk sementara waktu. Di Indonesia memang belum ada kasus, katanya, tapi banyaknya korban Cisapride di Amerika, memberikan warning agar lebih hati-hati untuk keselamatan konsumen.

Dirjen POM juga berjanji akan bekerjasama dengan jaringan global untuk mengevaluasi masalah ini. “Hasil evaluasi tersebut untuk memperoleh keputusan lebih lanjut, apakah nanti dilarang beredar untuk seterusnya atau setelah permasalahan clear diperbolehkan beredar kembali,” ujar Sampurno.

Di Amerika, 80 Orang Meninggal

Efek samping Cisapride yang dialami masyarakat Amerika Serikat, memang menarik perhatian masyarakat seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan laporan Food and Drug Administration (FDA) Talk Paper yang terbit 23 Maret 2000 --sebagaimana diberitakan pdpersi (27/6)--di Amerika Serikat, hingga 31 Desember 1999, 341 kasus efek penggunaan Cisapride menyebabkan cardiac arrhytmia (Aritmia Jantung). Dari jumlah itu, 80 orang meninggal.

Menurut Sampurno, Cisapride termasuk golongan obat keras yang hanya bisa dibeli berdasarkan resep dokter. Obat itu kebanyakan diresepkan oleh dokter ahli penyakit dalam, untuk menghilangkan gejala mual, kembung, cepat kenyang, hilang nafsu makan, dan nyeri ulu hati. Namun karena obat resep, maka penggunaannya di Indonesia relatif terbatas. Lagi pula obat ini di Indonesia bukan termasuk obat yang fast moving (laku keras).

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dr Merdias Al Matsier memperkirakan, banyaknya korban akibat penggunaan Cisapride di AS, karena dosis pemakaian obat itu lebih besar dari yang dianjurkan. Jika di Indonesia, obat itu digunakan hanya dengan dosis 5 -10 mg, di AS bisa 40-50 mg. Padahal, penggunaan obat itu harus hati-hati, karena ada interaksi dengan obat tertentu.

Cisapride, tambah Dirjen POM, sebenarnya obat yang sudah lama beredar, dan hak patennya pun sudah hilang. Artinya, semua perusahaan farmasi boleh memproduksinya. Di Indonesia, Cisapride beredar dengan 16 merek dagang dalam bentuk tablet. Ke-16 merek dagang tersebut adalah Acpulsif (produksi Dexa Medica), Bellaprid (Soho), Disflux (Corsa), Dispep (Dankos), Ethiprid (Ethica), Guarposid (Guardian Pharmatama), Laprid (Lapi), Precis (Pharos), Prepulsid (Janssen), Presid (Bernofarm), Pridesia (Sanbe), Pronetic (Kalbe Farma), Rapulid (Pyridam), Stimulit (Fahrenheit), Vomiflux (Medikon) dan Vomiprid (Kenrose).

Lisda Yulianti H

Rabu, 04 November 2009

Kalau menganalisa bagian-bagian Komputer, Prosesor, Hardisk, Mainboard, RAM, VGA tambahan (yang dipasang di Slot AGP ataupun PCI Express) bagian mana yang paling panas: Hasilnya adalah VGA tambahan. Kalau tidak percaya , silahkan cek dengan program-program software untuk menganalisa isi komputer, seperti misalnya CPUID dan lain sebagainya.

VGA tambahan rata-rata akan menunjukkan suhu temperatur diatas 50 derajat Celcius, bahkan kalau digunakan dengan aplikasi berat, temperatur akan meningkat terus sampai 70 derajat Celsius. VGA memang sudah di design untuk menerima temperatur yang tinggi, namun perangkat yang lainnya yang akan rusak, karena tidak di rancang untuk itu. Efek yang paling ringan, Slot AGP atau PCI Exprees yang akan rusak karena kepanasan. Namun ada beberapa Pabrikan yang sudah merancang untuk menerima panas VGA terutama jenis Mainboard Midle dan High end ( Istilahnya : siap buat Gamers).

Menurut Penulis: jika anda merancang sebuah komputer dan hendak dipasang VGA tambahan, maka gunakan Mainboard yang sudah dirancang untuk Menahan panas dari VGA. Jangan asal Mainboard yang ada slot PCI Expressnya Pasti baik menggunakan VGA tambahan.

Disamping itu, banyak Hal yang harus dipertimbangkan :

1. Fan pada VGA umumnya berumur pendek, jadi sering cek saja karena kalau mati dan masih tetap digunakan, akibatnya : Panas pada VGA meningkat dan akhirnya kapasitor pada VGA meledak atau pecah

2. Pilih VGA dengan Fan dan Heatsink yang baik serta perhatikan masa Garansinya

Penulis sendiri heran, kenapa banyak Produsen VGA yang tidak banyak mengeluarkan Part untuk VGA, seperti halnya Prosesor. Sebagian besar VGA mengalami kendala pada FAN nya

Menggunakan VGA tambahan memang menguntungkan bagi yang menginginkan tampilan grafis yang lebih baik. karena tampilan Grafis tidak bisa dibantu dengan menambah RAM atau mengganti prosesor dengan Core Quad sekalipun. Namun harus diperhatikan kendala kelemahan Hardwarenya. Namun siap saja untuk biayapemeliharaan yang lebih banyak.

Penyebab Loading Window lama


Komputer mengalami Loading windows yang lama sekali, jangan keburu menyimpulkan komputer terkena Virus dan langsung install ulang. Cek dahulu dari sisi Software dan Hardware :

Dari segi Software:

Hapus program aplikasi yang ada di Menu Start up :
Caranya :
1. Klik Start-All Program- Start Up- Klik Kanan Pada program2 yang muncul
di start up dan Klik Delete

2. Klik Start - Klik Run - Ketikkan MsConfig -Muncul menu system Configuration
- Pilih tab Startup- Klik Disable all- klik Apply - Klik Close

Pada Beberapa jenis Komputer Netbook, Dengan menggunakan Processor jenis intel Atom, Jika diinstal Window Vista ( Premium atau Home Basic ) mengalami kendala Loading window lama. Saran penulis : Downgrade saja ke Window XP atau sekalian saja upgrade Ke Window 7 ( pertimbangkan driver dari Netbook sudah support dengaan window 7 atau Belum )

Dari Sisi Hardware (paling banyak terjadi) :

1. Mainboard tidak support terhadap Memory Ram, contohnya : Mainboard hanya
support Pada RAM PC 5300, namun Komputer menggunakan Memory PC 6400 atau
lebih tinggi
2. Pemasangan Hardware yang salah (Terutama pada komputer Rakitan/desktop)
Contohnya : Pada satu kasus, komputer mempunyai Hardisk dan drive optik
keduanya dipasang pada satu Kabel Ide dan posisinya sama2 master
atau Komputer mempunyai dua Drive optik yang dipasang pada
satu kabel ide dan posisinya sama-sama Slave.